Lahumul-busyrā fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah(ti), lā tabdīla likalimātillāh(i), żālika huwal-fauzul-‘aẓīm((u).
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (ketetapan dan janji) Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.
Wa lā yaḥzunka qauluhum, innal-‘izzata lillāhi jamī‘ā(n), huwas-samī‘ul-‘alīm(u).
Janganlah engkau (Nabi Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Alā inna lillāhi man fis-samāwāti wa man fil-arḍ(i), wa mā yattabi‘ul-lażīna yad‘ūna min dūnillāhi syurakā'(a), iy yattabi‘ūna illaẓ-ẓanna wa in hum illā yakhruṣūn(a).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya milik Allahlah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti (suatu kebenaran). Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah menduga-duga.
Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang (mau) mendengar.
Qāluttakhażallāhu waladan subḥānah(ū), huwal-ganiyy(u), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), in ‘indakum min sulṭānim bihāżā, ataqūlūna ‘alallāhi mā lā ta‘lamūn(a).
Mereka (yang menyekutukan Allah) berkata, “Allah mengangkat anak.” Maha Suci Dia. Dialah Yang Maha Kaya. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?
(Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah tempat mereka kembali, kemudian Kami jadikan mereka merasakan azab yang keras karena mereka selalu kufur.