قَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ
Qāla hā'ulā'i banātī in kuntum fā‘ilīn(a).
Dia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)-ku. (Nikahilah mereka) jika kamu hendak berbuat (memenuhi nafsu syahwatmu).”
Halaman 266
Al-Hijr · 20 ayat
Masuk supaya batas bacaan, hafalan, dan posisi bacaan tersimpan di semua perangkat.
Batas bacaan & hafalanقَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ
Qāla hā'ulā'i banātī in kuntum fā‘ilīn(a).
Dia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)-ku. (Nikahilah mereka) jika kamu hendak berbuat (memenuhi nafsu syahwatmu).”
لَعَمْرُكَ اِنَّهُمْ لَفِيْ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
La‘amruka innahum lafī sakratihim ya‘mahūn(a).
(Allah berfirman,) “Demi umurmu (Nabi Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (demi melampiaskan hawa nafsu).”
فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَۙ
Fa akhażathumuṣ-ṣaiḥatu musyriqīn(a).
Maka, mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur ketika matahari terbit.
فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ
Fa ja‘alnā ‘āliyahā sāfilahā wa amṭarnā ‘alaihim ḥijāratam min sijjīl(in).
Maka, Kami menjungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami menghujani mereka dengan tanah yang membatu.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِيْنَۙ
Inna fī żālika la'āyātil lil-mutawassimīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan (dengan saksama) tanda-tanda (itu).
وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ
Wa innahā labisabīlim muqīm(in).
Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَۗ
Inna fī żālika la'āyatal lil-mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang mukmin.
وَاِنْ كَانَ اَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ لَظٰلِمِيْنَۙ
Wa in kāna aṣḥābul-aikati laẓālimīn(a).
Sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar orang-orang yang zalim.
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْۘ وَاِنَّهُمَا لَبِاِمَامٍ مُّبِيْنٍۗ ࣖ
Fantaqamnā minhum, wa innahumā labi'imāmim mubīn(in).
Maka, Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya kedua (negeri) itu terletak di satu jalur jalan raya.
وَلَقَدْ كَذَّبَ اَصْحٰبُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Wa laqad każżaba aṣḥābul-ḥijril-mursalīn(a).
Sesungguhnya penduduk (negeri) Hijr benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),
وَاٰتَيْنٰهُمْ اٰيٰتِنَا فَكَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَۙ
Wa ātaināhum āyātinā fa kānū ‘anhā mu‘riḍīn(a).
Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya.
وَكَانُوْا يَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا اٰمِنِيْنَ
Wa kānū yanḥitūna minal-jibāli buyūtan āminīn(a).
Mereka memahat gunung-gunung (batu) menjadi rumah-rumah (yang didiami) dengan rasa aman.
فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِيْنَۙ
Fa akhażathumuṣ-ṣaiḥatu muṣbiḥīn(a).
Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari,
فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَۗ
Famā agnā ‘anhum mā kānū yaksibūn(a).
sehingga tidak berguna bagi mereka apa yang telah mereka usahakan.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَاِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيْلَ
Wa mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqq(i), wa innas-sā‘ata la'ātiyatun faṣfaḥiṣ-ṣafḥal-jamīl(a).
Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Sesungguhnya kiamat pasti akan datang. Maka, maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
اِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ
Inna rabbaka huwal-khallāqul-‘alīm(u).
Sesungguhnya Tuhanmulah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ
Wa laqad ātaināka sab‘am minal-maṡānī wal-qur'ānal-‘aẓīm(a).
Sungguh, Kami benar-benar menganugerahkan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta‘nā bihī azwājam minhum wa lā taḥzan ‘alaihim wakhfiḍ janāḥaka lil-mu'minīn(a).
Jangan sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) menujukan pandanganmu (tergiur) pada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir). Jangan engkau bersedih hati atas (kesesatan) mereka dan berendahhatilah engkau terhadap orang-orang mukmin.
وَقُلْ اِنِّيْٓ اَنَا النَّذِيْرُ الْمُبِيْنُۚ
Wa qul innī anan-nażīrul-mubīn(u).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”
كَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِيْنَۙ
Kamā anzalnā ‘alal-muqtasimīn(a).
Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami (juga) telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah),
Halaman 266 dari 604 · mushaf standar Madinah
—
Jenis batas
Nama anak