Man jā'a bil-ḥasanati falahū khairum minhā, wa hum min faza‘iy yauma'iżin āminūn(a).
Siapa yang datang membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya dan mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu.
Wa man jā'a bis-sayyi'ati fakubbat wujūhuhum fin-nār(i), hal tujzauna illā mā kuntum ta‘malūn(a).
Siapa yang datang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Apakah kamu diberi balasan selain (yang setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan?
Innamā umirtu an a‘buda rabba hāżihil-baldatil-lażī ḥarramahā wa lahū kullu syai'iw wa umirtu an akūna minal-muslimīn(a).
Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad) hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya suci dan memiliki segala sesuatu. Aku diperintahkan agar masuk ke dalam golongan orang-orang muslim.
Wa an atluwal-qur'ān(a), famanihtadā fa'innamā yahtadī linafsih(ī), wa man ḍalla faqul innamā ana minal-munżirīn(a).
(Aku juga hanya diperintahkan) agar membacakan Al-Qur’an (kepada manusia). Maka, siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapatkannya untuk (kebaikan) dirinya. Siapa yang sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”
Wa qulil-ḥamdu lillāhi sayurīkum āyātihī fata‘rifūnahā, wa mā rabbuka bigāfilin ‘ammā ta‘malūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Segala puji bagi Allah. Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya sehingga kamu akan mengetahuinya. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Inna fir‘auna ‘alā fil-arḍi wa ja‘ala ahlahā syiya‘ay yastaḍ‘ifu ṭā'ifatam minhum yużabbiḥu abnā'ahum wa yastaḥyī nisā'ahum, innahū kāna minal-mufsidīn(a).
Sesungguhnya Firʻaun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil). Dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuannya. Sesungguhnya dia (Firʻaun) termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Wa nurīdu an namunna ‘alal-lażīnastuḍ‘ifū fil-arḍi wa naj‘alahum a'immataw wa naj‘alahumul-wāriṡīn(a).
Kami berkehendak untuk memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).