Wa mā ūtītum min syai'in famatā‘ul-ḥayātid-dun-yā wa zīnatuhā, wa mā ‘indallāhi khairuw wa abqā, afalā ta‘qilūn(a).
Apa pun yang dianugerahkan (Allah) kepadamu, itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya, sedangkan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak mengerti?
Maka, apakah orang yang Kami janjikan kepadanya janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman (tokoh-tokoh musyrik) berkata, “Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu. Kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat. Kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka). Mereka sekali-kali tidaklah menyembah kami.”
Wa qīlad‘ū syurakā'akum fada‘auhum falam yastajībū lahum wa ra'awul-‘ażāb(a), lau annahum kānū yahtadūn(a).
Dikatakan (kepada mereka), “Serulah sekutu-sekutumu.” Mereka pun menyerunya, tetapi (yang diseru) tidak menyambutnya. Mereka melihat azab. (Mereka berkeinginan) seandainya mereka dahulu (mau) menerima petunjuk.
Wa rabbuka yakhluqu mā yasyā'u wa yakhtār(u), mā kāna lahumul-khiyarah(tu), subḥānallāhi wa ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn(a).
Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Wa huwallāhu lā ilāha illā huw(a), lahul-ḥamdu fil-ūlā wal-ākhirah(ti), wa lahul-ḥukmu wa ilaihi turja‘ūn(a).
Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Bagi-Nya segala puji di dunia dan di akhirat dan bagi-Nya (pula) segala putusan. Hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.