Wa badā lahum sayyi'ātu mā ‘amilū wa ḥāqa bihim mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Tampak nyatalah kepada mereka keburukan-keburukan apa yang mereka kerjakan dan berlakulah terhadap mereka apa (azab) yang dahulu selalu mereka perolok-olokkan.
Wa qīlal-yauma nansākum kamā nasītum liqā'a yaumikum hāżā, wa ma'wākumun nāru wa mā lakum min nāṣirīn(a).
(Kepada mereka) dikatakan, “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini. Tempat kembalimu hanyalah neraka dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.
Żālikum bi'annakumuttakhażtum āyātillāhi huzuwaw wa garratkumul-ḥayātud-dun-yā, fal-yauma lā yukhrajūna minhā wa lā hum yusta‘tabūn(a).
Yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai (bahan) olok-olok dan kamu telah diperdaya oleh kehidupan dunia.” Maka, pada hari ini mereka tidak dikeluarkan darinya (neraka) dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
Mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqqi wa ajalim musammā(n), wal-lażīna kafarū ‘ammā unżirū mu‘riḍūn(a).
Kami tidak menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, kecuali dengan hak dan dalam wakyang ditentukan. Namun demikian, orang-orang yang kufur berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.
Qul ara'aitum mā tad‘ūna min dūnillāhi arūnī māżā khalaqū minal-arḍi am lahum syirkun fis-samāwāt(i), i'tūnī bikitābim min qabli hāżā au aṡāratim min ‘ilmin in kuntum ṣādiqīn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah! Perlihatkanlah kepadaku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka memiliki peran serta dalam (penciptaan) langit! Datangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini (Al-Qur’an) atau peninggalan dari pengetahuan (generasi terdahulu) jika kamu adalah orang-orang benar.”
Wa man aḍallu mimmay yad‘ū min dūnillāhi mal lā yastajību lahū ilā yaumil-qiyāmati wa hum ‘an du‘ā'ihim gāfilūn(a).
Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat mengabulkan (doa)-nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?