كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ
Kallā bal tuḥibbūnal-‘ājilah(ta).
Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,
Halaman 578
Al-Qiyamah, Al-Insan · 26 ayat
Masuk supaya batas bacaan, hafalan, dan posisi bacaan tersimpan di semua perangkat.
Batas bacaan & hafalanكَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ
Kallā bal tuḥibbūnal-‘ājilah(ta).
Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,
وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
Wa tażarūnal-‘ākhirah(ta).
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ
Wujūhuy yauma'iżin nāḍirah(tun).
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri
اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ
Ilā rabbihā nāẓirah(tun).
(karena) memandang Tuhannya.
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙ
Wa wujūhuy yauma'iżim bāsirah(tun).
Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram
تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ
Taẓunnu ay yuf‘ala bihā fāqirah(tun).
(karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ
Kallā iżā balagatit-tarāqiy(a).
Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ
Wa qīla man…rāq(in).
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?”
وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ
Wa ẓanna annahul-firāq(u).
Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ
Waltaffatis-sāqu bis-sāq(i).
dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ ࣖ
Ilā rabbika yauma'iżinil-masāq(u).
Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring.
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ
Falā ṣaddaqa wa lā ṣallā.
Dia tidak membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak melaksanakan salat.
وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ
Wa lākin każżaba wa tawallā.
Akan tetapi, dia mendustakan (Al-Qur’an) dan berpaling (dari kebenaran).
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ
Ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā.
Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri.
اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ
Aulā laka fa'aulā.
Celakalah kamu! Maka, celakalah!
ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ
Ṡumma aulā laka fa'aulā.
Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah!
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ
Ayaḥsabul-insānu ay yutraka sudā(n).
Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى
Alam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā.
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ
Ṡumma kāna ‘alaqatan fa khalaqa fa sawwā.
Kemudian, (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya.
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ
Fa ja‘ala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ࣖ
Alaisa żālika biqādirin ‘alā ay yuḥyiyal-mautā.
Bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا
Hal atāka ‘alal-insāni ḥīnum minad-dahri lam yakun syai'am mażkūrā(n).
Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu dari masa yang ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja‘alnāhu samī‘am baṣīrā(n).
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat.
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا
Innā hadaināhus-sabīla immā syākiraw wa immā kafūrā(n).
Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.
اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا
Innā a‘tadnā lil-kāfirīna salāsila wa aglālaw wa sa‘īrā(n).
Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan api (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
اِنَّ الْاَبْرَارَ يَشْرَبُوْنَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوْرًاۚ
Innal-abrāra yasyrabūna min ka'sin kāna mizājuhā kāfūrā(n).
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum (khamar) dari gelas yang campurannya air kafur,
Halaman 578 dari 604 · mushaf standar Madinah
—
Jenis batas
Nama anak